
Tebo Ilir (MTsN. 6 Tebo) Sebuah langkah progresif dalam dunia pendidikan kembali ditorehkan oleh guru MTsN 6 Tebo, Ibu Hesti Mulati Sasmitasari, S.Si. Dalam kegiatan Rapat Koordinasi Kelompok Kerja Kepala Madrasah Aliyah (KKMA) se-Kabupaten Tebo yang diselenggarakan pada Hari Kamis, 07 Agustus 2025 di Madrasah Aliyah Al-Hidayah, beliau tampil memukau dengan presentasi materi bertema "Pengenalan dan Implementasi Deep Learning dalam Pembelajaran Masa Depan".
Dengan didampingi langsung oleh Kepala Madrasah Tsanawiyah Negeri 6 Tebo, Bapak Slamet, S.Ag., M.Pd.I, Ibu Hesti menjelaskan konsep-konsep dasar deep learning, penerapannya dalam dunia pendidikan, serta potensi pemanfaatannya untuk mendukung proses belajar-mengajar di madrasah. Materi yang disampaikan bukan hanya mencerminkan penguasaan teknologi, tetapi juga memperlihatkan semangat transformasi digital di lingkungan madrasah.
Kegiatan ini dihadiri oleh seluruh Kepala Madrasah Aliyah se-Kabupaten Tebo, yang memberikan antusiasme dan apresiasi tinggi terhadap materi yang dinilai inovatif dan visioner tersebut. Beberapa peserta menyampaikan bahwa penyampaian materi deep learning sangat membuka wawasan dan memberikan gambaran konkret tentang bagaimana teknologi kecerdasan buatan dapat mulai diterapkan dalam sistem pendidikan, terutama dalam pembelajaran berbasis proyek dan analisis data peserta didik.
Kepala MTsN 6 Tebo, Bapak Slamet, S.Ag., M.Pd.I, dalam kesempatan ini menyampaikan rasa bangga dan harapannya:
“Kami sangat mengapresiasi dan bangga atas inisiatif Bu Hesti yang telah membuktikan bahwa guru madrasah juga mampu tampil di garda terdepan dalam transformasi pendidikan berbasis teknologi. Semoga ini menjadi inspirasi bagi guru-guru lain untuk terus belajar dan berbagi ilmu, terutama dalam menghadapi tantangan era digital,†ujarnya.
Lebih lanjut, beliau menegaskan pentingnya kolaborasi antar-madrasah dalam mengembangkan sumber daya manusia yang adaptif terhadap perubahan zaman. Menurutnya, ke depan tantangan dunia pendidikan tidak hanya datang dari kurikulum dan administrasi, tetapi juga dari bagaimana satuan pendidikan mampu menyesuaikan diri dengan disrupsi teknologi.
Sementara itu, Ibu Hesti juga menyampaikan bahwa pemahaman dasar tentang deep learning sangat penting dikenalkan sejak dini kepada guru dan tenaga pendidik. Tujuannya adalah agar para pendidik tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga memiliki kontrol dan pemahaman kritis terhadap cara kerja dan dampak penggunaan teknologi tersebut di ruang kelas.
Kegiatan ini menjadi bukti bahwa madrasah tidak tertinggal dalam mengadopsi kemajuan zaman. Dengan semangat pembaruan dan kolaborasi antar-lembaga, madrasah di Kabupaten Tebo terus bergerak menuju pendidikan yang lebih berkualitas, relevan, dan berorientasi masa depan.(ef)
|
78x
Dibaca |
Untuk Wilayah Kab. Tebo dan Sekitarnya
Memuat tanggal...