
Tebo Ilir (Buper Datuk Darah Putih) Kegiatan Jambore Ranting Tebo Ilir Tahun 2025 tidak hanya menyuguhkan semangat kompetisi dan keceriaan para peserta di lapangan, tetapi juga menyimpan banyak cerita unik dan inspiratif di balik layar. Di antara sorotan tersebut adalah dedikasi luar biasa para pembina dan guru MTsN 6 Tebo, yang dengan penuh keikhlasan memberikan tenaga dan waktu demi kelancaran kegiatan kontingen madrasah.
Salah satu kisah menarik datang dari Pembina Pramuka Putri, Ibu Eni Israria, S. Pd., yang dikenal selalu sigap dan penuh tanggung jawab. Saat menyiapkan konsumsi untuk peserta, sempat terjadi kejadian lucu namun berkesan — pisau dapur yang biasa digunakan untuk memotong sayur tiba-tiba hilang. Tidak ingin menghambat pekerjaan, dengan semangat khas pramuka yang pantang menyerah, Ibu Eni menggunakan arit sebagai pengganti pisau.
“Tak ada rotan, akar pun jadi,” ujarnya sambil tersenyum saat bercerita kepada rekan-rekan pembina. Momen sederhana itu justru menjadi bukti nyata semangat dan ketangguhan seorang pembina dalam menghadapi situasi apapun di lapangan.

Selain Ibu Eni, suasana dapur kontingen juga ramai dengan kehadiran guru-guru senior MTsN 6 Tebo yang tak kalah semangat membantu. Di antaranya adalah Ibu Nanik, S. Pd. I, sosok pendidik yang telah mendedikasikan pengabdiannya lebih dari 25 tahun di madrasah tersebut. Dengan ketelatenan dan kesabaran, beliau membantu menyiapkan hidangan untuk peserta yang baru kembali dari kegiatan lapangan.
Tak kalah menginspirasi, Ibu Yurmaini, S. Pd., yang akan memasuki masa purnatugas pada Mei 2026, juga turut hadir membantu. Meski sebentar lagi pensiun, semangat pengabdiannya tidak pudar sedikit pun. Beliau tampak aktif berbaur bersama pembina lain, membuktikan bahwa dedikasi seorang guru sejati tak pernah mengenal kata lelah.
Sementara itu, Wakil Kepala Madrasah Bidang Humas dan Penjamin Mutu, Ibu Eka Pitrida, S. Ag., juga menunjukkan bentuk dukungan luar biasa. Pada Senin malam, 06 Oktober 2025, beliau rela menempuh perjalanan sekitar 4 kilometer dari kediamannya menuju lokasi Bumi Perkemahan Datuk Darah Putih, Desa Sungai Aro, demi membantu menyiapkan kebutuhan peserta yang akan tampil dalam beberapa cabang kegiatan lomba malam itu. Kehadirannya menjadi bukti nyata kepedulian dan semangat kebersamaan antar keluarga besar MTsN 6 Tebo.
Kisah-kisah tersebut menggambarkan bahwa di balik semarak lomba dan gemerlap sorotan kegiatan Jambore, ada “kerja sunyi” dari para pembina dan guru yang menjadi tulang punggung keberhasilan kontingen. Mereka bukan hanya mendampingi, tetapi juga memberikan teladan tentang tanggung jawab, keikhlasan, dan kebersamaan.
Dan tentu saja, masih banyak lagi kisah lainnya yang tidak tersebutkan, namun semuanya menyatu dalam semangat kebersamaan dan pengabdian yang menjadi jiwa keluarga besar MTsN 6 Tebo di ajang Jambore Ranting Tebo Ilir 2025 ini.
Penulis : Efriyanto
Editor : Efriyanto
Sumber : Tim Humas MTsN. 6 Tebo
|
103x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Tebo dan Sekitarnya
Memuat tanggal...